Konstruksi Keadilan di Era Media Sosial: No Viral No Justice dalam Kontroversi Bupati Pati

Authors

  • Izhatullaili Izhatullaili Universitas Nusa Cendana Author
  • Fadil Mas'ud Universitas Nusa Cendana Author
  • Karolus Budiman Jama Universitas Nusa Cendana Author

Keywords:

Keadilan digital, No Viral No Justice, Media Sosial, Legitimasi Hukum, Demokrasi

Abstract

Fenomena “No Viral, No Justice” yang muncul dalam kontroversi Bupati Pati memperlihatkan bahwa keadilan di era digital tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme hukum formal, tetapi juga oleh dinamika opini publik di media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana keadilan diproduksi dalam ruang publik digital dan apa implikasinya terhadap legitimasi hukum serta demokrasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, berdasarkan telaah literatur akademik, laporan digital, dan publikasi media.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang publik baru yang membentuk konstruksi keadilan melalui viralitas isu. Kasus Bupati Pati menjadi bukti bahwa aparat hukum cenderung merespons setelah isu memperoleh sorotan luas, sehingga memperkuat persepsi publik akan lemahnya independensi hukum. Implikasi fenomena ini adalah krisis kepercayaan publik, potensi trial by the mob, dan pergeseran legitimasi demokrasi dari hukum formal menuju legitimasi sosial berbasis viralitas.

References

Bidayati, K., & Suci, R. (2024). Pendekatan Viral Justice Sebagai Upaya Pencarian Perlindungan Bagi Korban Kasus KDRT. Jurnal HAM, 17(1), 60–80. https://doi.org/10.58823/jham.v17i1.181

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

DataReportal. (2025). Digital 2025: Indonesia. We Are Social & Hootsuite.

Detik.com. (2025, August 27). KPK periksa Bupati Pati Sudewo terkait kasus proyek kereta api. Detik.Com. https://news.detik.com/berita/d-8081095/kpk-periksa-bupati-pati-sudewo-terkait-kasus-korupsi-jalur-ka-hari-ini

Drone Empit. (2025). Laporan Analisis Percakapan Media Sosial: Kasus Bupati Pati. Media Kernels Indonesia.

Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Longman.

Habermas, J. (1989). The Structural Transformation of the Public Sphere. Polity Press.

Izhatullaili, I. (2022). Tenaga kerja asing di Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19: Kajian Analisis Wacana Kritis pada cnbcindonesia.com dan brin.go.id. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(3), 196-204.

Jama, K. B., Ardika, I. W., Ardhana, I. K., & Setiawan, I. K. (2020). The dynamic of caci multifunction in Manggarai ethnic nowadays. Journal of Cultural Studies, 13(1), 9-14.

Jama, K. B. (2021). Kajian Ekofeminisme Dalam Estetika Sastra Goet Paki Ata Karya Yoseph Ngadut. Jurnal Lazuardi, 4(1), 34-42.

Jama, K. B., & Menggo, S. (2023). The use of symbolic language in caci aesthetic performance, Indonesia. The International Journal of Interdisciplinary Social and Community Studies, 18(2), 49.

Kale, D. Y. A., Mas' ud, F., & Nassa, D. Y. (2025). Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Karakter Bangsa yang Tangguh di Era Digital. Media Sains, 25(1), 9-14.

Kale, D. Y. A., Nassa, D. Y., Kollo, F. L., & Mas’ud, F. (2025). Kewarganegaraan di Era Society 5.0. Tangguh Denara Jaya Publisher.

Lim, M. (2017). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2017.1341188

Mas' ud, F., Izhatullaili, I., Doko, Y. D., & Jama, K. B. (2025). Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai Sarana Penguatan Literasi Hukum di Era Digital. Haumeni Journal of Education, 5(2), 9-21.

Mas’ud, F., Jeluhur, H., Negat, K., Tefa, A., Uly, M., & Amtiran, M. (2025). Etika Dalam Media Sosial Antara Kebebasan Ekspresi Dan Tanggung Jawab Digital. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 2(2), 235-246.

Mas’ ud, F., Roen, Y. A., Kolianan, J. B., & Istianah, A. (2025). Sosiologi Indonesia. Tangguh Denara Jaya Publisher.

Nassa, D. Y., Mas’ud, F., Nitte, Y. M., & Bakoil, M. B. (2025). Pendidikan Pancasila: Menjawab Tantangan di Era Digital. Tangguh Denara Jaya Publisher.

Nasrullah, R. (2020). Teori dan Riset Media Siber. Kencana.

Nugroho, N. A., & Bijaksana, A. (2025). Peran Hukum dalam Menjaga Keadilan Sosial di Era Digital. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik Dan Hukum Indonesia, 2(2), 159–172.

Nurhayati. (2020). Pengantar Ilmu Hukum. Nusa Media.

Sari, N. (2020). Trial By The Press Terhadap Proses Peradilan Tindak Pidana. Rio: Law Jurnal, 1(2), 21–33.

Sukadi, I. (2011). Matinya Hukum Dalam Proses Penegakan Hukum di Indonesia. Risalah Hukum, 7(1), 39–53.

We Are Social. (2024). Digital 2024: Indonesia. We Are Social & Hootsuite. https://datareportal.com

Wibowo, I., Noe, W., Mas' ud, F., & Kale, D. Y. A. (2025). Pendidikan Moral Berbasis Pancasila Sebagai Antitesis Perilaku Echo Chamber di Kalangan Mahasiswa PPKn Universitas Khairun. Haumeni Journal of Education, 5(2), 78-86.

Zuboff, S. (2019). The Age of Surveillance Capitalism: The Fight for a Human Future at the New Frontier of Power. PublicAffairs.

Downloads

Published

2025-09-14